Info hasil pertandingan sepakbola terkini kali ini akan memberikan hasil pertandingan liga inggris antara Manchester City vs Manchester United. Pertandingan yang digelar dini hari tadi di stadion Etihad, markas Manchester City, berkesudahan dengan kemenangan tim tuan rumah dengan skor akhie 1:0. Gol tunggal The Citizen dicetak melalui sundulan kepala defender tangguh City, Vincent Kompany setelah memanfaatkan sebuah sepak pojok di menit ke 45. Gol di penghujung laga babak pertama itu menjadi pembeda dalam laga itu. Dengan hasil ini pncak klasemen sementara menjadi milik anak asuh Roberto Mancini.

Laga antara  City vs United didominasi oleh tuan rumah dimana tercatat mereka mampu menguasai jalannya pertandingan sebanyak 53% dibandingkan 47%. Dari prosentase tersebut Manchester City unggul dalam jumlah shoot on goal. Berbagai upaya dari pasukan Roberto Mancini melalui David Silva dan Kun Aguero bertubi-tubi mampu merepotkan barisan pertahanan MU yang dikomansoi Rio Ferdinand. David De Gea pun harus berjibaku mengamankan gawangnya dari serbuan para punggawa Man City.

Dengan demikian pertandingan sepenuhnya menjadi milik tuan rumah. Dengan pertandingan yang menyisakan tiga laga segala kemungkinan bisa terjadi. Saat ini MU tinggal menunggu blunder dari MAn City dengan menjaga kemenangan secara terus menerus. Pertandingan yang menyisakan 9 pojn menjadi milik MAnchester City di puncak karena unggul selisih gol dari Manchester United. Harapan pecinta MU tentunya City tergelincir dan sebaliknya, penggemar the cityzen, apapun yang  terjadi, City tetap menang dengan skor telak di 3 laga sisa. Kita tunggu saja perkembangan terakhirnya.

Fernando Torres menjadi salah satu pemain yang sangat ditakuti oleh kiper manapun didunia. Dan mungkin saja prestasinya di dunia persepakbolaan mungkin menjadikan bintang Barcelona iri karena Torres ternyata sudah mempunyai tropy bersama timnas Spanyol sebagai juara Piala Eropa 2008 dan Juara Piala Dunia 2010. Momen yang paling berharga mungkin saat Torres menjadi pencetak gol kemenangan Spanyol atas Jerman di Final Piala Eropa 2012. Penampilannya meredup di Piala Dunia 201o ketika dirinya kalah bersaing dengan David Villa dan Cesc Fabregas. Namun tetap saja Torres menjadi bagian penting berhasilnya Spanyol mencetak sejarah baru dengan keluar sebagai Kampium Piala Dunia 2010 bersama Iker Casillas dkk.

Namun prestasinya di level klub tidak berbanding lurus dengan di timnas. Hal ini berbanding terbalik dengan bintang Argentina, Lionel Messi yang mempunyai segudang prestasi di level klub yang mengantarkan dirinya sebagai yang terbaik selama tiga tahun berturut-turut. Untuk level jlub. Torres mempunyai kesempatan untuk merengkuh tropy pertamanya di musim ini karena ada dua kompetisi yang memasuki babak akhir. di kompetisi domestik, Torres berkesempatan merebut tropy juara Piala FA andai di final nanti mampu mengalahkan mantan klubnya, Liverpool. Sementara di ajang yang lebih bergengsi, Liga Champions, Chelsea yang saat ini dibelanya sudah memasuki babak semi final.

Apabila lolos dan mampu mempersembahkan tropy pertama liga champions, maka itu adalah prestasi pertamanya sekaligus prestasi pertama bagi Chelsea. Namun opsi yang kedua akan lebih berat karena mereka harus menghadapi juara bertahan dan juga kandidat juara liga champions musim ini, Barcelona yang pernah mengalahkannya di tahun 2009 lalu. Apabila lolos ke final masih akan menghadapi salah satu dari dua tim besar eropa lainnya, Real Madrid dan Bayern Munich.

Cesc Fabregas menjadi bintang sejak kepindahannya ke Barcelona musim ini. Di musim pertamanya mantan pemain Arsenal yang juga jebolan akademi El Barca berhasil memboyong Piala Antar Klub Dunia setelah di partai Final berhasil menang atas Santos FC dari Brasil. Sementara itu saat ini Cesc sering menjadi pilihan utama pelatih Pep Guardiola mendampingi Lionel Messi yang selalu bermain selama 90 menit bersama kiper Victor Valdes. Meskipun sudah berbaju Barca, dia tetap memandang Arsenal adalah tempat yang menyenangkan baginya. Setelah sekian tahun di tempa Arsene Wenger, kini gelandang berusia 24 tahun itu bisa mendapatkan pelajaran yang sangat banyak sejak bergabung dengan Pep Guardiola. Publik awalnya meragukan peran Fabregas nantinya saat kepindahannya ke Barca sempat menuai jalan yang panjang. Sebab disana ada Andres Iniesta dan Xavi Hernandes yang selalu menjadi pilihan utama Barcelona.

Fabregas menjawab dengan penampilan apiknya dan bisa membawa dini dengan berbagai posisi yang sesuai dengan keinginan sang pelatih. Fabregas beberapa kali tampil dalam posisi berbeda sesuai kemauan Guardiola. Sudah 25 kali tampil di Liga Spanyol dan mencetak beberapa gol serta beberapa aksis dan membawa Barca memenangi laga di La Liga. banyak hal yang diperoleh setelah bergabung dengan Barca. Cesc Fabregas juga lebih mengenal posisi yang sebenarnya di lapangan. Guardiola sendiri juga menyatakan bahwa Cesc bebas dimain dimana saja baik di depan dan dibelakang.

Fabregas dan Barca mendapatkan ujuan yang tak bisa dibilang mudah tengah pekan ini. Dalam ambisi mereka untuk menjuarai Liga Champions dalam dua musim berurutan, mereka harus lebih dulu melewati Chelsea. Bisakah Fabregas dan Los Cules melakukannya? Kita nantikan saja.

Hasil pertandingan Bayern Munich vs Real Madrid dini hari tadi sedikit melenceng dari prediksi mengingat diperkirakan skor akhir akan berakhir dengan hasil imbang. Gol Mario Gomez di menit ke 90 menjadi pembeda kedua nya. Tim tuan rumah dengan sukses memetik kemenangan tipis atas tamunya, Real Madrid, dan sedikit unggul dalam penguasaan bola. Leg I semifinal liga Champions dini hari tadi diwarnai dengan hujan kartu kuning dimana Madrid mendapatkan 6 kartu kuning untuk para pemainnya sementara di kubu Bayern ada tiga pemain yang diganjar Howard Webb dengan kartu kuning. Skor akhir Bayern Munich vs Real Madrid adalah 2-1 dimana kedua gol tuan rumah dicetak oleh Frank Ribery di babak pertama dan Mario Gomez di menit ke 90 atau masa injuri time babak kedua. Sementara gol balasan Real Madrid dicetak oleh gelandang serang asal Jerman, Mesut Ozil setelah memanfaatkan umpan cantik Cristiano Ronaldo.

Di pertandingan leg I semifinal liga champions dini hari tadi, kedua tim bermain saling menekan dengan sedikit keunggulan untuk tuan rumah. Alhasil, Frank Ribery sukses menaklukkan Iker Casillas setelah tendangannya sedikit berbelok dan tidak  mampu dijangkau oleh Iker Casillas. Di babak kedua Madrid sempat menyamakan kedudukan sekaligus mencuri goal away lewat Mesut Oezil. Sebelum akhirnya di menit 89 Gomez memberi kemenangan untuk Bayern. Dengan hasil ini secara matematis Madrid belum tersingkir karena laga leg kedua akan dihelat di Santiago Bernabeu pekan depan. Kemenangan 1-0 saja cukup membawa Los Blancos ke final.

Besar kemungkinan Real Madrid akan lolos karena di leg II nanti akan digelar di Santiago Bernabeu, markas Real Madrid. namun demikian, nampaknya Mourinho harus membenahi pemain belakang menyusul beberapa blunder yang dilakukan para pemainnya.

Mungkin rivalitas Real Madrid dan Barcelona akan memanas akhir pekan ini, namun siapa sangka kalau ternyata pelatih Real Madrid, Jose Mourinho menyanjung pelatih Barca, Pep Guardiola terkait babak semifinal liga Champhions yang akan dilangsungkan dini nanti. Setelah Real Madrid dikalahkan Bayern Munich, Mourinho memprediksi kalau Barcelona akan menang dini hari nanti saat berjumpa dengan mantan anak buahnya, Chelsea. Mou dulu pernah sukses kala menjadi pelatih Chelsea, namun di pertandingan dini hari nanti, meski bertindak sebagai tuan rumah, pelatih yang dijuluki the Special One tidak mengunggulkan Frank Lampard cs bisa menang atas Barcelona. Di prediksi sebelumnya, Mou menyatakan bahwa the Catalans akan mencapai babak final liga champions dan tentunya di Stamford Bridge nanti akan mengalahkan Chelsea.

Dalam pernyataannya usai laga kontra Bayern Munich, Mourinho mengatakan kalau Guardiola adalah pelatih yang cerdas. Dilanjutkannya, Guardiola tahu bagaimana cara memenangi pertandingan di Liga Spanyol dan Liga Champions. “Dia pria yang cerdas dan tahu bagaiman untuk menang, dia telah memenangi banyak pertandingan di liga dan Liga Champions. Dia tahu persis bagaimana melakukannya,” sahut Mourinho di Marca. Sanjungan yang diberikan Mourinho pada Guardiola diyakini akan berubah dalam satu atau dua hari ke depan karena akhir pekan ini Barcelona dan Real Madrid akan saling berhadapan di Camp Nou. Selama ini, relasi antara dua pelatih tersebut selalu memanas jelang El Clasico.

Besar kemungkinan sanjungan akan berubah lainnya sesuai kondisi akhir laga El Clasiko Real Madrid kontra Barcelona di Camp Nou akhir pekan ini. Tentunya itu mengingat rivalitas keduanya yang sejauh ini memimpin perebutan juara liga Champions 2011-2012.